Senin, 21 Oktober 2013

pendahuluan etika sebagai tinjauan


GAMBARAN UMUM ETIKA

Etika dalam pengertian umum adalah sebuah sikap yang menentukan sisi negatif maupun sisi positif dalam dari dalam diri manusia yang akan meberikan standar nilai moral. Dalam etika tersendiri dapat diketahui perilaku baik buruk dalam diri manusia.
Etika dimulai dari manusia merefelesiakan unsur-unsur etis dala pendapat-pendapat sepontan kita,kebutuahan akan refelesi itu akan kita akan rasakan, antara lain akan pendapat etis ketika tidak jarang kita berbeda pendapat deengan orang lain.

PERINSIP ETIKA
Perinsip yang menjalankan kerjasama yang memberikan pedomanan bagai mana saling menghargai dalam satu lingkungan dengan perbedaaan yang ada seperti perbedaanagama, budaya,suku,tingkat pendidikan, dan sosial ekonomi. Dalam menegenal etiaka, ada beberapa perinsip etika yang harus diketahui.
·         Kesopanan.
Kesopanan adalah salah satu perinsip etika yang sagat harus dijujunjug dalam sebuah hubungan sosial dalam ruang lingkup masayarakat maupun ruang lingkup sosial secara umum.biasanya dalam ruang lingkup masayarakat secara umum orang yang tidak mempunyai kesopanaan hanya dapat sangsi-sangsi sosial semata. Dan tidak ada aturan yg melangar aturan kesopanan mendapatkan sangsi hukum.
·         Moral.
Moral adalah suatu peganagan atau nilai nilai yang harus ada terkandung atau tertanam didalam diri sendri dalam mengatur tingkah lakunya. Moral sendiri sangat lah sentral pernanaya dalam ruang lingkup masyarakat untuk mengetahui sikap yang baik atau buruk seseorang, oleh sebat itu moral sagat idientik dengan kejiwaan, apabila orang tidak memeliki moral yang baik, masayarakat biasanya mensugesti bahwa seseorang tersebut memiliki ganguan mental dalm hidupnya. Dan sangsi moral berhubungan erat dengan hukum, dikarenakan dalam etika moral biasanya bnayak tingkah laku yang menyimpang dari nilai-nilai kewajaran dalam kehidupan msayarakat, kecendrungan orang yang tidak memeliki moral perilakaunya agak menyimpang kesifat yg negatif seperti berperilaku keriminal.

BASIS TEORI ETIKA
1. Etika Teknologi
Dari kata yunani, telos = tujuan mengukur baik buruknya suatu tindakan bedasrakan tujuan yang ma dicapai dengan tindakan itu, atau bedasarakan akibat yang ditimbulkan oleh akibat itu.
Dua aliran etiak teknologi :
Ø  Egoisme Etis
Ø  Utilarisme

·            Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya  bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan diri sendirinya. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengajar kepentingan peribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cendrung menjadi hidonistis, yaitu ketiak kebahagian dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-semata sebagai kenikmatan fisik yang bersifat fulgar.

·            Utilarisme
Bersal dari bahas latin utilis yang berarti mamfaat, menurut tioeri ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa mamfaat, tapi mamfaat itu harus menyangkut bkan saja satu duan orang, akan tetapi mencakup secara luas maupun secara umum. Bisa diartiak ultarisme melakukaan maafaat bagi seseorang maupung bagi masayarakat yang secara luas.
2. Deontologi
Deontologi bisa diartiakan kewajiban. Mmengapa perbuatan ini  baik dan perbuatan itu buruk. Karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang. Yang menjadi dasar baik buruk perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama.
3. Tiori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali tieori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya tingkah laku atau perbuatan yang telah dilakukakan. Dalam tiori ini hak dan kewajiban  salah satu instrumen yang berkaiatan dan sulit dipisahkan, hak didasarkan atas martabat  manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran yang demokeratis.
EGOISME
Egiosme merupakan motivasi untuk memperthaankan dan menigkatkan pandangan yang hanya menguntungkan dirisendiri. Egoisme sendri bisa diartikan menempatkan diri dari tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termaksud orang yang dicitai maupun orang yang disayangi dan orang terdekat sekalipun.

sumber:
http://id.wikipedia.org/w/index.php?search=pendahuluan+etika+sebagai+tinjauan&title=Istimewa%3APencarian
http://lailayunita.wordpress.com/2013/04/19/prinsip-prinsip-etika-profesi-humas/
http://nienaalgysta.blogspot.com/2013/10/tugas-1-gambaran-umum-etika-pengertian.html 
http://id.wikipedia.org/wiki/Egoisme

Ethical govermace


Ethical govermace

1.        Govermace system

Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu. Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme karena sistem pemerintahan yang dianggap memberatkan rakyat ataupun merugikan rakyat. Sistem pemerintahan mempunyai fondasi yang kuat dimana tidak bisa diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan mempunya sistem pemerintahan yang statis, absolut maka hal itu akan berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut.
Secara luas berarti sistem pemerintahan itu menjaga kestabilan masyarakat, menjaga tingkah laku kaum mayoritas maupun minoritas, menjaga fondasi pemerintahan, menjaga kekuatan politik, pertahanan, ekonomi, keamanan sehingga menjadi sistem pemerintahan yang kontinu dan demokrasi dimana seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam pembangunan sistem pemerintahan tersebut.Hingga saat ini hanya sedikit negara yang bisa mempraktikkan sistem pemerintahan itu secara menyeluruh.
Secara sempit,Sistem pemerintahan hanya sebagai sarana kelompok untuk menjalankan roda pemerintahan guna menjaga kestabilan negara dalam waktu relatif lama dan mencegah adanya perilaku reaksioner maupun radikal dari rakyatnya itu sendiri.
Sistem pemerintahan adalah sistem yang dimiliki suatu negara dalam mengatur pemerintahannya.
Sesuai dengan kondisi negara masing-masing, sistem ini dibedakan menjadi:
1.     Presidensial
2.     Parlementer
3.     Semipresidensial
4.     Komunis
5.     Demokrasi liberal
6.     liberal

2.        Budaya etika

 Budaya etiaka adalah budaya  yang  mencerminkan Moral perilaku pada seseoran ataupun kelompok   tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah Etika  : satu set kepercayaan, standart atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok dan masyarakat. Hukum :  peraturan perilaku yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah pada rakyat atau perusahaan pada karyawannya.Penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan pada nilai-nilai moral dan etika dari para manajer, spesialis informasi dan pemakai dan juga hukum yang berlaku. Hukum paling mudah diiterprestasikan karena berbentuk tertulis. Dilain pihak etika dan moral tidak didefinisikan secara persis dan tidak disepakati oleh semua anggota masyarakat. Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika perusahaan harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan dan kata-katanya. Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh. Perilaku ini adalah budaya etika.


3.        Mengembangkan struktur etika korporasi.

dalam membangun sebuah entitas korporasi dan menetapkan sasarannya merupakan satu elemen yang sagat diperlukan. Pada saat itulah perlu prinsip-prinsip moral etika ke dalam kegiatan bisnis secara keseluruhan diterapkan, baik dalam entitas korporasi, menetapkan sasaran bisnis, membangun jaringan dengan para pihak yang berkepentingan (stakeholders) maupun dalam proses pengembangan diri para pelaku bisnis sendiri. Penerapan ini diharapkan etika dapat menjadi “hati nurani” dalam proses bisnis sehingga diperoleh suatu kegiatan bisnis yang beretika dan mempunyai etika yang baik dan dinilai dari hati, tidak hanya sekadar mencari untung belaka, tetapi juga peduli terhadap lingkungan hidup, masyarakat, dan para pihak yang berkepentingan (stakeholders).

4.        Kode perilaku korporasi
Code of Conduct (Pedoman Perilaku) :
Dalam sebuah p Pengelolaan perusahaan tidak dapat dilepaskan dari aturan-aturan  yang selalu harus diterima dalam pergaulan sosial yang sudah dibuat , baik aturan hukum maupun aturan moral atau etika. Code of Conductmerupakan pedoman bagi seluruh pelaku bisnis PT. Perkebunan dalam bersikap dan berperilaku untuk melaksanakan tugas sehari-hari dalam berinteraksi dengan rekan sekerja, mitra usaha dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan. Pembentukan citra yang baik terkait erat dengan perilaku perusahaan dalam berinteraksi atau berhubungan dengan para stakeholder. Perilaku perusahaan secara nyata bisa tercermin pada perilaku pelaku bisnisnya. Dalam mengatur perilaku inilah, perusahaan perlu menyatakan secara tertulis nilai-nilai etika yang menjadi kebijakan dan standar perilaku yang diharapkan atau bahkan diwajibkan bagi setiap pelaku bisnisnya. Pernyataan dan pengkomunukasian nilai-nilai tersebut dituangkan dalam code of conduct.

5.        Evaluasi terhadap perilaku korporasi

Melakukan evaluasi tahap awal (Diagnostic Assessment) dan penyusunan pedoman-pedoman. Pedoman Good Corporate Governance disusun dengan bimbingan dari Tim BPKP dan telah diresmikan pada tanggal 30 Mei 2005.

PENGARUH ETIKA TERHADAP BUDAYA
A.  Etika Personal dan etika bisnis merupakan kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan keberadaannya saling melengkapi dalam mempengaruhi perilaku manajer yang terinternalisasi menjadi perilaku organisasi yang selanjutnya mempengaruhi budaya perusahaan.

B.     Jika etika menjadi nilai dan keyakinan yang terinternalisasi dalam budaya perusahaan maka hal tersebut berpotensi menjadi dasar kekuatan persusahaan yang pada gilirannya berpotensi menjadi sarana peningkatan kerja


Sumber:

http://riskianthi.blogspot.com/2012/10/ethical-governance.html
id.wikipedia.org/w/index.php?search=pengaruh+etika+terhadap+budaya&title=Istimewa


INDONESIA NEGARA YANG MAKMUR ?????


INDONESIA NEGARA YANG MAKMUR ?????

Indonesia adalah negara yang sagat luas wilayahnya, negara yang mempunyai kultur msarakat beraneka ragam. Indonesia juga terkenal sebagai negara yang subur, hasil alam yang melimpah, hasil tambang yang kaya semua ada di indonesia.akan tetapi masi banyak penduduk indonesia hidup dibawah garis kemiskinan.
Kita patut bertanya dalam dirisendiri apakah indonesia negara yang makmur?
hal ini bukan tamapa alasan kita bertanya seperti itu, bisa dilihat hampir dipelosok daerah diindonesia penduduknya masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan, padahal indonesia hasil alamnya melimpah, hal ini terjadi dikarenakan para pemimpin negara ini sebagian tidak perduli akan kesejataran rakyatnya. Masih banyak para pemimipin negara ini yang mempunyai sifat untuk memperkaya diri.
Sudah bukan rahasi umum lagi, banayaknya pemimipin wakil rakyat yang ada dinegara indonesia ini banayak yang tersangkut sekandal korupsi. Dan di perprah dengan tambahnya para pemimpin daerahnya yang tidak peduli dengan kemakmuran rakyat dan jiuga ikut melakukan korupsi.
Apakah ini yang disebut negara yang makmur?
Walaupun indonesia dikelilingi lautan yang luas dan hasil alam maupun tambang yang melimpah, indonesia belum bisa disebut negara yang makmur. Dikarenakan pendapatan indonesia perkapita yang masi rendah, dan tingkat penganguran yang masi tinggi, maupun tingkat kemiskinan. Sedangkan indonesia sendiri masi kalah oleh negara malaysia dan singapura tingkat pendapatan perkapitanya.
Seharusnya dengan negara yang luas dan kaya hasil alamnya indonesia bisa menjadi negara yang makmur dan penduduknya bisa lepas dari kemiskinan, asalkan dari pemimpin – pemimpinya mengerti penderitaan rakyatnya dan tidak melakukan korupsi, yang dampaknya dirsakan oleh rakyat – rakyat kecil .

Minggu, 20 Oktober 2013

Ethical govermace

Ethical govermace

1.        Govermace system

Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu. Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme karena sistem pemerintahan yang dianggap memberatkan rakyat ataupun merugikan rakyat. Sistem pemerintahan mempunyai fondasi yang kuat dimana tidak bisa diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan mempunya sistem pemerintahan yang statis, absolut maka hal itu akan berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut.
Secara luas berarti sistem pemerintahan itu menjaga kestabilan masyarakat, menjaga tingkah laku kaum mayoritas maupun minoritas, menjaga fondasi pemerintahan, menjaga kekuatan politik, pertahanan, ekonomi, keamanan sehingga menjadi sistem pemerintahan yang kontinu dan demokrasi dimana seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam pembangunan sistem pemerintahan tersebut.Hingga saat ini hanya sedikit negara yang bisa mempraktikkan sistem pemerintahan itu secara menyeluruh.
Secara sempit,Sistem pemerintahan hanya sebagai sarana kelompok untuk menjalankan roda pemerintahan guna menjaga kestabilan negara dalam waktu relatif lama dan mencegah adanya perilaku reaksioner maupun radikal dari rakyatnya itu sendiri.
Sistem pemerintahan adalah sistem yang dimiliki suatu negara dalam mengatur pemerintahannya.
Sesuai dengan kondisi negara masing-masing, sistem ini dibedakan menjadi:
1.     Presidensial
2.     Parlementer
3.     Semipresidensial
4.     Komunis
5.     Demokrasi liberal
6.     liberal
2.        Budaya etika

 Budaya etiaka adalah budaya  yang  mencerminkan Moral perilaku pada seseoran ataupun kelompok   tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah Etika  : satu set kepercayaan, standart atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok dan masyarakat. Hukum :  peraturan perilaku yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah pada rakyat atau perusahaan pada karyawannya.Penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan pada nilai-nilai moral dan etika dari para manajer, spesialis informasi dan pemakai dan juga hukum yang berlaku. Hukum paling mudah diiterprestasikan karena berbentuk tertulis. Dilain pihak etika dan moral tidak didefinisikan secara persis dan tidak disepakati oleh semua anggota masyarakat. Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika perusahaan harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan dan kata-katanya. Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh. Perilaku ini adalah budaya etika.



3.        Mengembangkan struktur etika korporasi.

dalam membangun sebuah entitas korporasi dan menetapkan sasarannya merupakan satu elemen yang sagat diperlukan. Pada saat itulah perlu prinsip-prinsip moral etika ke dalam kegiatan bisnis secara keseluruhan diterapkan, baik dalam entitas korporasi, menetapkan sasaran bisnis, membangun jaringan dengan para pihak yang berkepentingan (stakeholders) maupun dalam proses pengembangan diri para pelaku bisnis sendiri. Penerapan ini diharapkan etika dapat menjadi “hati nurani” dalam proses bisnis sehingga diperoleh suatu kegiatan bisnis yang beretika dan mempunyai etika yang baik dan dinilai dari hati, tidak hanya sekadar mencari untung belaka, tetapi juga peduli terhadap lingkungan hidup, masyarakat, dan para pihak yang berkepentingan (stakeholders).

4.        Kode perilaku korporasi
Code of Conduct (Pedoman Perilaku) :
Dalam sebuah p Pengelolaan perusahaan tidak dapat dilepaskan dari aturan-aturan  yang selalu harus diterima dalam pergaulan sosial yang sudah dibuat , baik aturan hukum maupun aturan moral atau etika. Code of Conductmerupakan pedoman bagi seluruh pelaku bisnis PT. Perkebunan dalam bersikap dan berperilaku untuk melaksanakan tugas sehari-hari dalam berinteraksi dengan rekan sekerja, mitra usaha dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan. Pembentukan citra yang baik terkait erat dengan perilaku perusahaan dalam berinteraksi atau berhubungan dengan para stakeholder. Perilaku perusahaan secara nyata bisa tercermin pada perilaku pelaku bisnisnya. Dalam mengatur perilaku inilah, perusahaan perlu menyatakan secara tertulis nilai-nilai etika yang menjadi kebijakan dan standar perilaku yang diharapkan atau bahkan diwajibkan bagi setiap pelaku bisnisnya. Pernyataan dan pengkomunukasian nilai-nilai tersebut dituangkan dalam code of conduct.

5.        Evaluasi terhadap perilaku korporasi

Melakukan evaluasi tahap awal (Diagnostic Assessment) dan penyusunan pedoman-pedoman. Pedoman Good Corporate Governance disusun dengan bimbingan dari Tim BPKP dan telah diresmikan pada tanggal 30 Mei 2005.

PENGARUH ETIKA TERHADAP BUDAYA
A.  Etika Personal dan etika bisnis merupakan kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan keberadaannya saling melengkapi dalam mempengaruhi perilaku manajer yang terinternalisasi menjadi perilaku organisasi yang selanjutnya mempengaruhi budaya perusahaan.

B.     Jika etika menjadi nilai dan keyakinan yang terinternalisasi dalam budaya perusahaan maka hal tersebut berpotensi menjadi dasar kekuatan persusahaan yang pada gilirannya berpotensi menjadi sarana peningkatan kerja


Sumber:


Minggu, 05 Mei 2013

OPINION CATFISH FISH COBUSINESS NSUMPTION FARMER

                     OPINION CATFISH FISH COBUSINESS NSUMPTION FARMER

Here I will provide an opinion on the business profile that I want to tread diwiliyah surrounding my house. Profile of business that I want to give is the opinion of business catfish farmers, because sales prospects catfish are very good, the price of fish in the market right now is very high, ranging Rp 17,000 to Rp 18,000 per kg. it is coupled with the many requests kosumsi catfish in society at large. So this business is very profitable and has very good prospects. And in the development of catfish farmers do not require large tracts of land, in the purchase of fish seed is too expensive, the price Rp.150 size 3-4 cm, 6-5 cm 00 remedy size Rp.180, 00 per cow. making it easier to open this business and maintenance treatment of fish is not too complicated, capitalization in this business is not too big.